Type Here to Get Search Results !

Mengapa Kurma Dianjurkan untuk Buka Puasa? Ini Penjelasan Gizinya

Shopiah Syafaatunnisa 0

 

Kurma untuk buka puasa
Ilustrasi (Foto: Pexels) 

Kurma Garut - Berbuka puasa adalah momen penting bagi tubuh setelah menahan lapar dan haus selama berjam-jam. Pada kondisi ini, tubuh membutuhkan asupan yang mampu memulihkan energi dengan cepat, namun tetap aman bagi sistem pencernaan dan metabolisme. Kurma menjadi salah satu pilihan yang paling sering dianjurkan karena karakter gizinya yang seimbang.

Kondisi Tubuh Saat Berpuasa

Selama berpuasa, tubuh mengalami penurunan asupan energi dan cairan. Cadangan glukosa dalam darah dan hati berkurang, sehingga tubuh mulai mengandalkan sumber energi lain untuk tetap berfungsi. Kondisi ini membuat tubuh lebih sensitif terhadap asupan pertama saat berbuka.

Ketika makanan masuk setelah puasa panjang, sistem pencernaan dan metabolisme bekerja kembali dari kondisi istirahat. Jika makanan yang dikonsumsi terlalu berat atau tinggi gula rafinasi, tubuh dapat mengalami lonjakan gula darah yang tidak seimbang.

Karena itu, makanan pembuka puasa idealnya bersifat ringan, mudah dicerna, dan mampu mengembalikan energi secara bertahap. Kurma memenuhi kriteria ini karena komposisi gizinya selaras dengan kebutuhan tubuh setelah puasa. 

Pemilihan makanan yang tepat saat berbuka membantu mencegah rasa lemas, kembung, atau lonjakan energi yang cepat naik lalu turun.

Kurma sebagai Sumber Energi Alami

Kurma mengandung karbohidrat alami berupa glukosa dan fruktosa yang dapat diserap tubuh dengan relatif cepat. Hal ini membantu memulihkan energi yang hilang selama berpuasa tanpa membuat tubuh bekerja terlalu keras.

Berbeda dengan gula olahan, gula alami dalam kurma hadir bersama serat dan air, sehingga proses penyerapannya tetap terkendali. Energi yang dihasilkan terasa lebih stabil dan tidak menimbulkan rasa lelah mendadak.

Karakter ini menjadikan kurma sebagai makanan pembuka yang ideal, terutama sebelum mengonsumsi makanan utama. Tubuh mendapatkan sinyal energi awal yang cukup untuk melanjutkan aktivitas metabolik berikutnya.

Dengan porsi yang wajar, kurma mampu memberikan dorongan energi tanpa membebani sistem pencernaan yang baru aktif kembali.

Peran Indeks Glikemik Kurma Saat Buka Puasa

Salah satu alasan utama kurma dianjurkan untuk berbuka puasa adalah indeks glikemiknya yang relatif rendah hingga sedang. Artinya, gula dari kurma tidak masuk ke aliran darah secara tiba-tiba, melainkan dilepaskan secara bertahap.

Respons ini membantu insulin bekerja lebih stabil dalam mengatur gula darah. Setelah puasa panjang, kestabilan insulin penting agar tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah yang ekstrem.

Indeks glikemik kurma yang relatif rendah berada di kisaran 40–55 membuatnya lebih ramah dibandingkan makanan manis olahan atau minuman bergula tinggi yang sering dikonsumsi saat berbuka.

Dengan mekanisme ini, kurma membantu tubuh beradaptasi kembali ke pola makan tanpa menimbulkan stres metabolik.

Serat dan Mineral dalam Kurma

Selain karbohidrat, kurma juga mengandung serat alami yang berperan penting dalam pencernaan. Serat membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus mendukung kesehatan usus, yang penting setelah puasa.

Kurma juga kaya mineral seperti kalium dan magnesium. Kalium membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot, sementara magnesium mendukung kerja enzim dan metabolisme energi.

Kehadiran mineral ini membantu tubuh memulihkan keseimbangan elektrolit yang bisa terganggu selama puasa. Hal ini penting untuk mencegah rasa lemas atau kram otot setelah berbuka.

Dengan kombinasi serat dan mineral, kurma tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung pemulihan tubuh secara menyeluruh.

Penutup

Kurma dianjurkan untuk buka puasa karena mampu menjawab kebutuhan tubuh setelah berjam-jam tanpa asupan. Kandungan karbohidrat alaminya membantu memulihkan energi, sementara indeks glikemik yang relatif rendah menjaga kestabilan gula darah.

Serat dan mineral dalam kurma mendukung pencernaan serta keseimbangan metabolik, menjadikannya pilihan pembuka yang ringan namun bernutrisi. Dengan konsumsi yang bijak, kurma bukan hanya tradisi, tetapi juga pilihan ilmiah untuk berbuka puasa yang sehat dan seimbang.


Tags

Posting Komentar

0 Komentar